Showing posts with label Marketing Journal. Show all posts
Showing posts with label Marketing Journal. Show all posts
Chuzaimah & Sujadi
Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Abstract
This research aim to analyse relation among consumer attribute (gender, age, earnings and work) with product attribute (promotion, quality of and price) and to know tightest related degree. Formulation this research internal issue do there is relation among consumer attribute covering gender, age, earnings, and work to product attribute covering promotion, quality of, price, and tidiness at Bookstore Gramedia Surakarta. Hypothesizing in this research is anticipated there is related among consumer attribute covering gender, age, work and earnings to product attribute covering promotion, quality of, tidiness and price at Bookstore Gramedia Surakarta by significant Result of research indicates that there are relation among gender with promotion, quality, price, tidiness. There are relation among age with promotion, quality, price, tidiness, promotion, quality, price and tidiness. There are relation among work with promotion, quality, price, and tidiness. Calculation of Contiguity among C with Cmaks indicate that related degree sequence among consumer characteristic (gender, age, earnings and work) with product characteristic (promotion, quality of, tidiness and price) having tightest relation is earnings storey with quality, this matter is proved from value contiguity of C with smallest C maks.

PENDAHULUAN
Pemahaman akan perilaku konsumen sangat penting bagi perusahaan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada konsumen. Perilaku konsumen juga akan menentukan proses pengambilan keputusan dalam pembelian untuk setiap konsumen adalah sama, namun seluruh proses tidak selalu dilaksanakan oleh konsumen. Proses pengambilan keputusan merupakan sebuah pendekatan penyelesaian masalah pada kegiatan manusia untuk membeli suatu barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhannya. Perusahaan yang memahami bagaimana konsumen akan bereaksi terhadap ciri-ciri produk yang berbeda yang meliputi daya tarik iklan, harga, jenis produk, selera konsumen, bentuk dan kemasan. Hal itu akan mendorong perusahaan untuk membuat produk yang dapat memenuhi keinginan konsumen, sehingga dapat meningkatkan volume penjualan dan meraih keuntungan yang lebih ....

DOWNLOAD HERE
Read More..
Kussudyarsana
Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Abstract
In recent time, Batik, as a traditional fashion not fully intention to the youth market. The Youth market, are very potential market that profitable for Batik Fashion Industry. This research try to answer the question about attitude and intention to buy of the young people toward batik. The author predict negative attitude but positive normative belief effect intention to buy of young people toward Batik.
This research uses non-random sampling method (convenience sampling) in order to collect data. One hundred young people are used as respondent. Majority of those respondents are student in university. Data were collected using self-administrative questionnaire. The result suggested model not fully confirm to reason action theory, because normative belief did not effect toward intention to buy. However, attitude had effect toward intention to buy. The study result could be taken into account any policies that link the all of characteristic used the study.

PENDAHULUAN
Industri batik di kota Solo, sudah lama berkembang dan menjadi lokomotif perekonomian di kota ini. Banyak perusahaan kecil, menengah dan besar menggantungkan ekonominya dari industri ini. Produk batik telah berkembang dengan berbagai motif dan corak serta dengan berbagai kegunaan. Di masyarakat Solo dan Jawa pada umumnya pakaian batik bahkan menjadi pakaian yang banyak digunakan untuk acara-acara resmi kemasyarakatan seperti resepsi pernikahan, kematian, acara keluarga dan lain sebagainya. Batik telah menjadi identitas budaya Surakarta. Batik, secara umum telah diterima masyarakat Solo. Namun demikian, bagi kaum muda batik belum menjadi produk yang populer. Dari sisi produksi, semakin sedikit anak muda yang menguasai teknik membatik karena lapangan kerja pada industri batik tidak menjajikan tingkat upah yang cukup tinggi. Banyak perusahaan kesulitan memperoleh tenaga kerja muda yang mampu dan mau terjun dalam produksi batik (Solo Pos, 2004). Penelitian yang dilakukan oleh UNIBA (2004) memperlihatkan bahwa proses regenerasi pada perusahaan Batik di Solo, dan khususnya di Kampung Laweyan mengalami hambatan. Dari sisi pemasaran, pasar batik untuk....

DOwnload Here Read More..
Fatchurrohman
Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta

Abstract
Consumerism has become an important issue in consumer behavior. Consumerism known as a social movement to strengthen the rights and powers of buyers in relation to sellers. There are three institutions which have major role in consumerism, they are consumer organization, government and company. Consumer organization gives information and advocacy to consumer. Government have a responsible in the regulation and legislation of consumer rights. Finally, company have their own role to enforce self regulation about consumerism. Consumerism has developed into green consumerism. It means that consumer emphazises their attention in the environment issue. Consumerism has a major implication to the marketing management in a company. One of them is more attention in producing safe product by the company. Developed country implements consumerism in day to day company strategies while developing countries consider this as a new emerging issue.

PENDAHULUAN
Paradigma manajemen pemasaran modern mengemukakan tujuan perusahaan adalah memberikan kepuasan kepada konsumen. Perusahaan yang menyampaikan value kepada konsumen berarti memberikan kepuasan konsumen. Untuk melakukan hal ini perusahaan perlu mengenali kebutuhan konsumen, caranya dengan mengaktifkan marketing intellegence (Kotler, 2000). Perusahaan kemudian menerapkan sebuah konsep yang disebut customer orientation. Customer orientation adalah tanggung jawab dari seluruh departemen dalam perusahaan bukan hanya departemen pemasaran, dimana setiap departemen fungsional berpartisipasi aktif dalam market intelligence, diseminasi, dan dalam pengembangan kebijakan marketing mix yang tepat (Balakrishnan, 1996). Berdasarkan pengertian ini seharusnya kepentingan konsumen diutamakan. Kepentingan ini bukan hanya untuk meningkatkan profit perusahaan, namun juga peningkatan kualitas hidup konsumen. Peningkatan kualitas hidup konsumen bermakna luas, karena tidak hanya kehidupan material saja, melainkan juga kehidupan spiritual dan sosial. Namun, kenyataan yang kita lihat dunia bisnis mengeksploitasi konsumen secara berlebihan. Kita bisa melihat contoh riil dalam kehidupan kita sehari-hari. Maraknya produk-produk dengan berbagai daya tariknya. Stimuli melalui iklan dan ...

DOWNLOAD HERE Read More..